cerita seru sebelum p2ab..
ptama, pas H minus 1, gw, sebagai anggota whc yang berganti nama menjadi Konsisten, blum dapet izin buat ngliput kegiatan P2AB alias perkemahan pelantikan anggota baru. secara ya, gw udah kelas 2, gw udah ngerasain itu paz kelas 1--disiksa tanpa bisa melawan. hhe..
event besar yang diadain ama skula coz melibatkan seluruh anak kelas 1 dan beberapa senior yang aktif atau baru aktif kembali menjelang p2ab.
hari senin, smua organisasi sibuk mengurusi p2ab nya masing-masing. dan gw ?? masih sibuk mengurusi perizinan meliput. sang editorial chief ga bisa2 dateng pada hari sebelum h minus 1 ini. FYI, editorial chief of whc itu dah jd alumni. jadi ga bisa sering2 ke skul dan pasti nya dengan berbagai alasan yang meyakinkan. hari senin itu ga ada upacara bendera yang biasa nya ada, wakasek kesiswaan memutuskan waktu untuk upacara bendera sebisa mungkin digunakan untuk mempersiapkan p2ab di cibubur bsk.
yuph, satu jam plajaran yang menegangkan (coz upacara bendera tuh waktunya hanya satu jam pelajaran). padahal sebelumnya gw sudah bergembira sekali, karena dengan kesempatan waktu itu gw bisa membahas masalah perizinan peliputan bulletin gw yang ilegal but non komersil. baru aja gw menyampaikan beberapa (maksudnya sedikit) patah kata, gw udah dibantai ama sang kanjeng ratu (ini kata teman2 gw lho!!). coz gw baru ngurusin masalah perizinan di mana acara nya udah tinggal besok!! kanjeng meminta k-sonnie (editorial chief of whc) untuk dateng sebagai ktua dan mempertanggungjawabkan serta memperjelas kedudukan whc di skula gw. dan selama satu jam pelajaran itu gw dan WHCrew lainnya harap-harap cemas serta berdoa dalam hati agar sang ketua dapat datang sesuai dengan waktunya..
saat itu sekitar jam 7 lebih, dan waktu upacara bendera selesai jam 07.45. and u know what? sang ktua baru dateng jam 8 lebih (makanya gw bilang satu jam plajaran yang menegangkan!!!). teman se-organisasi gw udah panik smua (padahal cuma 3 orang!). akhirnya kita (ktua whc plus anggotanya serta wakasek kesiswaan bonlap) mengobrol di ruangan wakasek.
awal nya beliau marah dan sepertinya kesal juga dongkol akan keberadaan whc. hal ini terjadi dikarenakan sudah ada organisasi yang bergerak di bidang jurnalistik yang telah lebih dulu eksis. dan yang paling mengejutkan adalah beliau merupakan sang pendiri organisasi yang bergerak di dalam bidang jurnalistik tersebut. sebuah kejutan yang sepertinya kurang begitu menyenangkan untuk para WHCrew (orang2 WHC).
dengan perdebatan (bisa dibilang perdebatan karena kami beradu argumentasi masing2 untuk mendapatkan kejelasan status whc) yang cukup sengit dan mendebarkan, whc diperbolehkan meliput kegiatan tersebut. padahal di dalam perbincangan awal, beliau mengusulkan (dengan sedikit memaksa dan juga menyebutkan diri sebgai pendiri organisasi yang telah eksis lebih dulu itu) agar whc itu di-merger (udah kayak bank ajah.hhe) dengan organisasi yang didirikannya itu.
dan tentu saja, WHCrew pun tidak setuju akan usul tersebut. lembaga yang dibangun serta diperjuangkan oleh kami di-merger begitu saja. dengan berbagai argumentasi yang kuat, kami pun akhirnya tidak jadi di-merger..
keputusan yang cukup melegakan bagi para WHCrew..
mendapatkan izin peliputan dan hampir (kenapa hampir? karena lembaga ini masih diragukan keberadaannya) diakui keberadaannya sebagai media yang berfungsi sebgai kontrol sosial serta penyalur aspirasi masyarakat bonlap..
sesudah 'perdebatan' itu gw dan teman2 gw tinggal mengurusi segala hal tetekbengek yang berhubungan dengan keberangkatan p2ab besoknya..
tau gak sii luw? karena k-sonnie baru dateng jam 8 lebih dan itu artinya kegiatan belajar mengajar sudah dimulai, gw merelakan bolos 2 jam plajaran untuk memperjuangkan izin peliputan yang sungguh berharga itu..
to be continued..
crta ttg p2ab nya belom, sebenernya gw pengen crtain skaligus. tapi waktu lah dan temen2 gw (si nurina n faris) yang ada di warnet ini ngebet pengen pulang coz udah lumayan malem. sekarang sekitar jam 18.15.
jazwaitandsee..
smile4dizfuckinlife!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar